KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan dedikasi dan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Prestasi gemilang kali ini diraih oleh mahasiswa dari Unit Ruang Belajar kampus yang berlokasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pada Rabu, 02 April 2026, dua mahasiswa andal dari institusi ini berhasil meraih gelar juara pertama dalam ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta.
Pencapaian luar biasa ini menambah deretan prestasi gemilang yang telah dikumpulkan oleh Universitas Mandala Waluya, terutama melalui program-program unggulan di Unit Ruang Belajar. Dua mahasiswa yang menjadi juara nasional adalah Rendra Pratama Wijaya, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika, dan Siti Nurhayati Kusuma, mahasiswa semester delapan Program Studi Sistem Informasi. Mereka memenangkan kompetisi dengan sebuah inovasi aplikasi berbasis artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi manajemen rantai pasokan pertanian lokal.
Latar Belakang Kompetisi dan Persiapan Tim
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh lebih dari 200 tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong inovasi teknologi di kalangan mahasiswa dan memberikan wadah bagi para pemuda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Peserta dituntut untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya canggih secara teknologis tetapi juga praktis dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Rendra dan Siti memulai perjalanan mereka menuju juara nasional sekitar enam bulan sebelumnya. Keduanya telah melakukan riset mendalam tentang tantangan yang dihadapi oleh petani lokal di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara. Melalui wawancara dengan puluhan petani, studi literatur, dan analisis data pasar, mereka mengidentifikasi bahwa salah satu masalah utama dalam pertanian modern adalah ineffisiensi dalam manajemen rantai pasokan yang menyebabkan pemborosan sumber daya dan kerugian finansial yang signifikan.
“Kami memilih topik ini karena melihat potensi besar di sektor pertanian Indonesia,” jelas Rendra Pratama Wijaya dalam sesi wawancara eksklusif dengan media kampus pada Kamis, 03 April 2026, sehari setelah pengumuman hasil kompetisi. “Petani-petani di sekitar Kendari menghadapi banyak kendala dalam mengelola produksi mereka, mulai dari perencanaan penanaman, manajemen stok, hingga distribusi produk. Kami percaya teknologi AI dapat membantu mereka mengoptimalkan setiap aspek tersebut.”
Inovasi yang mereka ciptakan, yang diberi nama “AgriOptim AI,” adalah sebuah aplikasi mobile dan web yang menggunakan algoritma machine learning untuk memprediksi hasil panen, mengoptimalkan penggunaan sumber daya pertanian, serta memberikan rekomendasi distribusi produk yang paling efisien. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur pasar digital yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli, menghilangkan peran intermediaries yang sering merugikan petani.
Proses Pengembangan dan Dukungan Akademis
Perjalanan menuju juara nasional tidak lepas dari dukungan penuh dari para dosen pembimbing dan fasilitas yang disediakan oleh Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya. Dr. Bambang Suryanto, Ph.D., selaku Kepala Unit Ruang Belajar, memberikan dukungan penuh kepada kedua mahasiswa dengan menyediakan akses ke laboratorium komputer berteknologi terkini, ruang kerja khusus untuk pengembangan proyek, serta mentoring intensif dari dosen-dosen berpengalaman.
“Unit Ruang Belajar kami dirancang untuk menjadi inkubator inovasi bagi mahasiswa-mahasiswa berbakat,” ujar Dr. Bambang Suryanto dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kampus Kendari pada tanggal 04 April 2026. “Kami percaya bahwa prestasi Rendra dan Siti bukan hanya kesuksesan pribadi mereka, tetapi juga refleksi dari komitmen universitas kami dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang sehat dan mendukung.”
Selain dukungan administratif, dua mahasiswa ini juga mendapatkan bimbingan akademis dari Tim Pengembangan Inovasi Kampus yang terdiri dari dosen-dosen ahli di bidang teknologi informatika, bisnis, dan desain. Prof. Dr. Irwan Santoso, M.T., dosen pembimbing utama untuk proyek inovasi mereka, memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan algoritma AI yang menjadi jantung dari aplikasi AgriOptim AI.
“Rendra dan Siti menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam proses pengembangan proyek ini,” kata Prof. Irwan Santoso. “Mereka tidak hanya sekadar mengikuti instruksi, tetapi aktif melakukan riset mendalam, testing berulang kali, dan perbaikan berkelanjutan. Mereka juga menunjukkan kemampuan kolaborasi yang baik dengan berbagai stakeholder eksternal, termasuk petani dan investor potensial.”
Fitur-Fitur Unggulan dan Dampak Praktis
AgriOptim AI hadir dengan berbagai fitur canggih yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan petani modern. Pertama, aplikasi ini menggunakan teknologi sensor IoT untuk mengumpulkan data real-time tentang kondisi tanah, cuaca, dan tanaman. Data ini kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk memberikan prediksi akurat tentang hasil panen dan rekomendasi perawatan tanaman.
Kedua, aplikasi ini memiliki modul manajemen sumber daya yang membantu petani mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, dan pestisida berdasarkan kebutuhan spesifik tanaman mereka. Fitur ini tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga mengurangi dampak lingkungan negatif dari pertanian modern.
Ketiga, AgriOptim AI memiliki fitur pasar digital yang revolusioner. Melalui platform ini, petani dapat menjual produk mereka langsung kepada konsumen atau pembeli korporat tanpa melalui intermediaries. Hal ini memungkinkan petani untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan margin keuntungan yang lebih tinggi.
“Kami telah melakukan testing aplikasi ini dengan kelompok tani di tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara,” ungkap Siti Nurhayati Kusuma, co-creator AgriOptim AI. “Hasil testing menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi produksi pertanian hingga 35 persen, mengurangi pemborosan sumber daya hingga 40 persen, dan meningkatkan pendapatan petani hingga 25 persen dalam satu musim tanam.”
Data-data empiris ini yang akhirnya menjadi pembeda utama AgriOptim AI dibandingkan dengan inovasi-inovasi serupa yang dikompetisikan oleh universitas lain. Panel juri kompetisi, yang terdiri dari para ahli teknologi, ahli pertanian, dan investor venture capital, sangat terkesan dengan validasi praktis dan potensi dampak sosial ekonomi dari inovasi ini.
Proses Pertandingan dan Pengumuman Hasil
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 berlangsung selama tiga hari, dari 30 Maret hingga 01 April 2026. Selama periode tersebut, setiap tim peserta diminta untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan panel juri dan audience yang terdiri dari calon investor, media massa, dan akademisi. Tim dari Universitas Mandala Waluya mempresentasikan AgriOptim AI pada sesi presentasi kedua, di mana mereka memiliki waktu 15 menit untuk menjelaskan inovasi mereka dan 10 menit untuk sesi tanya jawab dengan juri.
“Presentasi Rendra dan Siti sangat impressive,” kata Dr. Hendra Kusuma, salah seorang anggota panel juri yang merupakan founder dari sebuah perusahaan teknologi startup terkemuka. “Mereka tidak hanya menjelaskan secara teknis tentang bagaimana aplikasi mereka bekerja, tetapi juga menunjukkan pemahaman mendalam tentang problem statement, target market, dan strategi bisnis untuk scaling up inovasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa mereka bukan hanya engineer yang baik, tetapi juga entrepreneur yang potensial.”
Pengumuman hasil kompetisi dilakukan pada tanggal 01 April 2026, pukul 19:00 waktu setempat, dalam acara grand closing yang disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi nasional. Ketika nama Universitas Mandala Waluya diumumkan sebagai juara pertama, tidak hanya Rendra dan Siti yang merasakan kebahagiaan luar biasa, tetapi juga seluruh mahasiswa dan dosen Universitas Mandala Waluya yang menonton dari studio atau melalui siaran langsung.
Dampak Positif terhadap Reputasi Kampus dan Ekosistem Inovasi
Prestasi ini memiliki dampak positif yang signifikan terhadap reputasi dan citra Universitas Mandala Waluya. Universitas yang didirikan pada tahun 1998 ini kini semakin dikenal tidak hanya sebagai institusi pendidikan berkualitas, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Sebelum prestasi Rendra dan Siti, Universitas Mandala Waluya telah berhasil menghasilkan beberapa inovasi teknologi yang mendapat pengakuan internasional. Namun, kemenangan dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 ini memberikan momentum baru untuk memperkuat posisi universitas sebagai institusi yang komit dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang sehat dan berkelanjutan.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Rustam Effendi, M.Sc., menyatakan bahwa prestasi ini akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan ide-ide kreatif mereka. “Kesuksesan Rendra dan Siti menunjukkan bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat, mahasiswa dari Universitas Mandala Waluya mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Prof. Rustam Effendi dalam pidato sambutan yang disampaikan pada upacara penyambutan kedua juara nasional di kampus Kendari pada tanggal 05 April 2026.
Lebih lanjut, prestasi ini juga diharapkan dapat menarik perhatian investor dan mitra bisnis yang tertarik untuk berkolaborasi dengan universitas dalam mengembangkan teknologi-teknologi inovatif. Beberapa investor venture capital yang hadir dalam kompetisi nasional telah menunjukkan minat yang serius untuk mendanai pengembangan lanjutan dari AgriOptim AI.
Rencana Pengembangan Lanjutan dan Komersial
Rendra dan Siti tidak berhenti pada pencapaian mereka dalam kompetisi nasional. Keduanya tengah merancang rencana pengembangan lanjutan untuk membawa AgriOptim AI ke fase komersial yang lebih matang. Mereka menargetkan untuk melakukan scaling up aplikasi ini sehingga dapat digunakan oleh ribuan petani di berbagai wilayah Indonesia dalam waktu dua tahun ke depan.
“Kami telah menerima penawaran dari beberapa investor untuk mendanai pengembangan lanjutan AgriOptim AI,” ungkap Rendra dengan antusiasme tinggi. “Namun, kami sangat berhati-hati dalam memilih partner bisnis yang tepat. Kami ingin memastikan bahwa investor yang kami pilih memiliki visi yang sama dengan kami, yaitu memberdayakan petani dan meningkatkan efisiensi pertanian Indonesia secara berkelanjutan.”
Sebagai mahasiswa yang masih aktif kuliah, Rendra dan Siti juga berencana untuk terus menjalani program akademis mereka sambil mengembangkan AgriOptim AI. Mereka telah memperoleh izin dari pihak universitas untuk menjalankan proyek komersial ini sebagai bagian dari program magang dan penelitian aplikatif yang didukung oleh Universitas Mandala Waluya.
Dr. Bambang Suryanto menambahkan bahwa universitas akan terus mendukung pengembangan komersial dari inovasi ini. “Unit Ruang Belajar kami memiliki divisi khusus yang menangani perihal incubation dan commercialization dari startup yang lahir dari inovasi mahasiswa,” jelasnya. “Kami akan memfasilitasi Rendra dan Siti dalam berbagai aspek, mulai dari aspek legal, finansial, hingga marketing.”
Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Prestasi Rendra dan Siti tentu menjadi inspirasi dan motivasi yang kuat bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Mandala Waluya, khususnya yang berada di Unit Ruang Belajar. Keduanya membuktikan bahwa dengan ide yang baik, riset yang mendalam, kerja keras, dan dukungan dari institusi, mahasiswa dari universitas mana pun dapat meraih prestasi di tingkat nasional.
Universitas Mandala Waluya juga telah menginisiasi berbagai program untuk mendorong lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan inovasi dan entrepreneurship. Program-program tersebut meliputi workshop inovasi, mentoring dari entrepreneur sukses, akses ke investasi awal untuk ide-ide terbaik, serta kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka di berbagai kompetisi nasional dan internasional.
Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh Rendra Pratama Wijaya dan Siti Nurhayati Kusuma dari Universitas Mandala Waluya dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 menunjukkan bahwa institusi pendidikan ini memiliki kapasitas yang kuat dalam menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berbakat dan inovatif. Melalui Unit Ruang Belajar, universitas telah berhasil menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan ide-ide kreatif menj