KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya Unit Ruang Belajar Kendari, pada Jumat (04/04/2026), menginisiasi program terintegrasi bertajuk “Mahasiswa Bergerak Untuk Indonesia” (MBUI). Program ambisius ini dirancang untuk memberdayakan seluruh mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik, sosial, dan pengembangan kepemimpinan yang bersinergi.
Inisiatif kolaboratif tersebut menandai babak baru dalam ekosistem organisasi mahasiswa di Universitas Mandala Waluya, khususnya di Unit Ruang Belajar yang berlokasi strategis di jantung Kota Kendari. Dengan menghadirkan berbagai stakeholder pendidikan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, BEM membuktikan komitmennya dalam menciptakan kampus yang dinamis dan progresif.
### Latar Belakang: Urgensi Pemberdayaan Mahasiswa
Universitas Mandila Waluya, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan potensi mahasiswa. Unit Ruang Belajar Kendari, yang menjadi pusat aktivitas akademik dan ekstrakurikuler, telah menjadi wadah bagi ribuan mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri.
Namun, berdasarkan survei internal yang dilakukan oleh tim BEM selama tiga bulan terakhir, ditemukan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum secara optimal memanfaatkan fasilitas pembelajaran dan pengembangan diri yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 persen mahasiswa merasa kesulitan dalam mengakses program pengembangan kepemimpinan, sementara 54 persen tidak sepenuhnya mengetahui peran organisasi mahasiswa dalam mendukung perjalanan akademik mereka.
Data tersebut mendorong BEM dan organisasi mahasiswa terkait untuk melakukan restrukturisasi strategi, yang kemudian menghasilkan konsep program MBUI. Program ini dirancang dengan melibatkan lebih dari 12 organisasi mahasiswa, mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Jurusan, hingga organisasi tematik yang ada di Unit Ruang Belajar Kendari.
### Program “Mahasiswa Bergerak Untuk Indonesia” (MBUI)
Program MBUI mencakup lima pilar utama yang akan dijalankan sepanjang tahun akademik 2025-2026. Pilar pertama adalah “Akademik Plus,” sebuah program peningkatan literasi dan kompetensi akademik yang melibatkan mentoring antar mahasiswa dan workshop dengan narasumber profesional. Pilar kedua berfokus pada pengembangan kepemimpinan melalui program “Leadership Academy,” yang akan menghadirkan pelatihan intensif bagi mahasiswa yang tertarik mengembangkan jiwa kepemimpinan.
Pilar ketiga adalah “Kampus Berdaya Sosial,” inisiatif yang mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai daerah sekitar Kendari. Program ini mencakup edukasi lingkungan, literasi digital untuk masyarakat lokal, dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelatihan keterampilan.
Sementara itu, pilar keempat disebut “Mahasiswa Inovatif,” yang menyediakan platform bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif menjadi proyek nyata, baik dalam bentuk startup, karya seni, maupun penelitian terapan. Pilar terakhir adalah “Networking dan Karir,” program yang menghubungkan mahasiswa dengan alumni sukses, profesional industri, dan perusahaan potensial untuk mempersiapkan transisi ke dunia kerja.
Dalam acara peluncuran program yang diselenggarakan di Aula Utama Unit Ruang Belajar Kendari pada hari Jumat pagi tersebut, lebih dari 500 mahasiswa hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inisiatif kolaboratif ini. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua BEM, disusul dengan penjelasan detail tentang setiap pilar program oleh masing-masing koordinator divisi.
### Kolaborasi Organisasi Mahasiswa
Keunikan program MBUI terletak pada komitmen kolaborasi lintas organisasi mahasiswa. Sebelum peluncuran, BEM telah melakukan serangkaian pertemuan dengan 12 organisasi mahasiswa untuk memastikan setiap organisasi dapat berkontribusi sesuai dengan keahlian dan fokus mereka masing-masing.
Himpunan Mahasiswa Teknik, misalnya, akan memimpin pilar “Mahasiswa Inovatif” dengan menyelenggarakan kompetisi teknologi dan startup pitching. Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Pendidikan akan mendominasi kegiatan literasi dalam pilar “Kampus Berdaya Sosial,” dengan melibatkan mahasiswa calon guru dalam kegiatan edukasi di sekolah-sekolah sekitar Kendari.
“Kolaborasi ini bukan sekadar simbolis,” ujar Reza Pratama, Ketua BEM Universitas Mandala Waluya Unit Ruang Belajar Kendari, dalam acara peluncuran program. “Setiap organisasi memiliki misi spesifik yang berkontribusi pada visi bersama kami: menciptakan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan siap menghadapi tantangan masa depan.”
Reza melanjutkan, “Kami memahami bahwa mahasiswa modern membutuhkan lebih dari sekadar ilmu teoritis. Mereka perlu mengembangkan soft skills, membangun jaringan profesional, dan memahami konteks sosial dari ilmu yang mereka pelajari. Program MBUI adalah respons konkret kami terhadap kebutuhan tersebut.”
### Dukungan Institusi dan Pihak Akademis
Program MBUI mendapat dukungan penuh dari pimpinan Universitas Mandala Waluya. Dr. Hendra Sulistiyo, Ph.D., Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam sambutannya kepada tim humas kampus, menekankan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam ekosistem pendidikan tinggi.
“Organisasi mahasiswa adalah jantung kehidupan kampus. Melalui organisasi-organisasi ini, mahasiswa belajar berkolaborasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan yang penting untuk pengembangan kepribadian mereka,” ujar Rektor Sulistiyo. “Program MBUI menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki inisiatif yang kuat dan visi yang jelas. Universitas akan terus mendukung dengan menyediakan infrastruktur, pendanaan, dan bimbingan akademis yang diperlukan.”
Sedangkan Dr. Andi Wijaya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, memberikan apresiasi khusus terhadap pendekatan terintegrasi yang diambil oleh BEM dan organisasi mahasiswa terkait. “Pendekatan holistik seperti ini sangat kami harapkan. Kami ingin mahasiswa tidak hanya pandai dalam hal akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kesiapan menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif,” katanya.
Dr. Andi juga menambahkan bahwa pihak universitas telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung berbagai kegiatan dalam program MBUI. “Kami telah mengalokasikan dana sebesar 450 juta rupiah untuk tahun akademik ini, yang akan digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk workshop, seminar, kegiatan sosial, dan kompetisi akademik,” ungkap Wakil Rektor.
### Testimoni Mahasiswa dan Respons Komunitas Kampus
Antusiasme terhadap program MBUI juga tercermin dari respons positif mahasiswa. Sinta Maharani, mahasiswa tingkat ketiga Prodi Manajemen, yang juga menjadi koordinator divisi “Networking dan Karir,” mengungkapkan harapannya terhadap program ini.
“Saya sangat senang dengan inisiatif ini. Sebagai mahasiswa yang sudah memasuki tahun ketiga, saya merasa sangat butuh dengan program career development yang terhubung dengan industri nyata. Melalui MBUI, saya berharap bisa menjalin koneksi yang bermanfaat untuk masa depan karir saya,” kata Sinta dengan antusias.
Sementara itu, Ahmad Rizki, mahasiswa tingkat pertama Prodi Teknik Informatika, juga merespons positif dengan fokus pada pilar “Mahasiswa Inovatif.” “Saya punya ide aplikasi yang ingin saya kembangkan, namun sebelumnya saya tidak tahu di mana bisa mendapatkan mentoring dan dana awal. Program MBUI ini terasa seperti solusi yang saya tunggu-tunggu,” kata Rizki.
Tidak hanya dari mahasiswa, dukungan juga datang dari kalangan dosen dan tenaga administratif kampus. Dra. Nurul Fatimah, M.Si., salah seorang dosen yang aktif dalam mentoring organisasi mahasiswa, memuji semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh BEM.
“Setiap tahun saya melihat mahasiswa kami berkembang. Yang membuat saya bersemangat adalah ketika mereka tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial. Program MBUI ini adalah refleksi dari pematangan mindset mahasiswa kita dalam memahami kompleksitas kehidupan nyata,” ujar Dra. Nurul.
### Dampak dan Proyeksi Jangka Panjang
Dengan diluncurkannya program MBUI, diharapkan akan terjadi transformasi signifikan dalam ekosistem organisasi mahasiswa di Unit Ruang Belajar Kendari. Dalam jangka pendek (6 bulan ke depan), BEM menargetkan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi dari 35 persen menjadi 50 persen.
Dalam jangka menengah (1 tahun), target yang ingin dicapai adalah terbentuknya minimal 5 startup atau proyek inovatif yang diinisiasi oleh mahasiswa, serta peningkatan jumlah mahasiswa yang berhasil mendapatkan kesempatan magang atau bekerja di industri relevan. Sementara itu, dalam jangka panjang, BEM berharap program MBUI dapat menjadi model yang ditiru oleh unit-unit kampus lain di Universitas Mandala Waluya dan bahkan menjadi referensi bagi universitas lain di Indonesia.
Dampak sosial juga menjadi fokus penting. Melalui pilar “Kampus Berdaya Sosial,” diproyeksikan bahwa minimal 1.000 masyarakat lokal akan mendapatkan manfaat dari kegiatan pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa. Ini termasuk pelatihan literasi digital, edukasi lingkungan, dan pelatihan keterampilan ekonomi.
“Kami tidak hanya ingin menciptakan mahasiswa yang sukses secara personal, tetapi juga mahasiswa yang memiliki hati peduli terhadap masyarakat. Program MBUI adalah komitmen kami untuk itu,” tegas Reza Pratama kembali.
### Tantangan dan Strategi Keberlanjutan
Meskipun program ini mendapat dukungan besar, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah memastikan konsistensi dalam pelaksanaan program, mengingat organisasi mahasiswa memiliki rotasi pengurus setiap tahunnya.
Untuk mengatasi hal ini, BEM telah menyiapkan dokumentasi lengkap berupa standard operating procedure (SOP) untuk setiap pilar program. Selain itu, dilakukan pelatihan intensif terhadap pengurus yang akan meneruskan program di tahun-tahun mendatang. “Kami ingin program MBUI ini bukan sekadar proyek satu tahun, tetapi menjadi DNA dari organisasi mahasiswa kami yang berkelanjutan,” jelas Reza.
Tantangan lain adalah pendanaan jangka panjang. Meskipun universitas telah mengalokasikan dana substansial, BEM juga berupaya mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk sponsorship dari alumni, kerjasama dengan industri, dan fundraising mandiri.
### Kesimpulan dan Harapan Ke Depan
Peluncuran program “Mahasiswa Bergerak Untuk Indonesia” pada 04 April 2026 menandai momentum penting dalam sejarah organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya Unit Ruang Belajar Kendari. Program ini bukan sekadar kumpulan kegiatan rutin, tetapi merupakan ekspresi dari visi kolektif mahasiswa untuk menciptakan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan dari pimpinan universitas, dosen, dan tenaga administratif, serta antusiasme mahasiswa yang luar biasa, prospek keberhasilan program ini terlihat sangat menjanjikan. Program MBUI diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan mahasiswa yang komprehensif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan reputasi Universitas Mandala Waluya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas akademik tinggi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Bagi mahasiswa Universitas Mandala Waluya Unit Ruang Belajar Kendari, program MBUI adalah kesempatan emas untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal, membangun jaringan profesional yang berharga, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.
Artikel ini merupakan liputan dari acara peluncuran Program “Mahasiswa Bergerak Untuk Indonesia” yang diselenggarakan oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya Unit Ruang Belajar Kendari pada Jumat, 04 April 2026.
—
Penulis: Tim Humas dan Jurnalistik Kampus
Sumber: Acara Peluncuran Program MBUI, 04 April 2026