Kendari — Universitas Mandala Waluya menyelenggarakan acara wisuda dan pelepasan mahasiswa pertama kali khusus untuk Unit Ruang Belajar pada Sabtu, 6 April 2026, yang menandai pencapaian luar biasa bagi satuan akademik yang relatif baru di institusi pendidikan tersebut. Upacara berlangsung meriah di Aula Utama Kampus Kendari dengan menghadirkan ratusan mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studi mereka, keluarga, dosen, serta pejabat akademik.
Sebanyak 247 mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana (S-1) di berbagai program studi yang ditawarkan oleh Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya. Pencapaian ini merepresentasikan dedikasi dan kerja keras seluruh stakeholder, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan universitas dalam membangun ekosistem pendidikan berkualitas di tengah masyarakat Kendari.
Latar Belakang Pendirian Unit Ruang Belajar
Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya didirikan sebagai bagian dari strategi ekspansi institusi untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa dan menyediakan akses pendidikan tinggi berkualitas di kawasan Sulawesi Tenggara. Lokasi di Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, dipilih secara strategis mengingat letak geografis yang memudahkan mahasiswa dari berbagai daerah sekitarnya untuk mengakses pendidikan berkualitas.
Pendirian unit ini juga merupakan bagian dari komitmen Universitas Mandala Waluya dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. Sejak dibuka tiga tahun lalu, Unit Ruang Belajar telah berkembang pesat dengan terakreditasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT) dan memiliki program-program studi yang relevan dengan kebutuhan industri lokal maupun nasional.
Perjalanan Wisuda yang Bersejarah
Wisuda pada 6 April 2026 ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan pelepasan batch pertama mahasiswa yang menyelesaikan masa studi di Unit Ruang Belajar. Acara dimulai pukul 08.00 pagi dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.T., dihadiri pula oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Eka Putri Santoso, M.Si., dan jajaran pimpinan unit kampus lainnya.
Seluruh lulusan mengenakan pakaian akademik tradisional yang megah, dimulai dari jas almamater berwarna biru dongker dengan garis emas, serta topi akademik yang menjadi lambang resmi capaian mereka. Suasana di Aula Utama yang berkapasitas 1.200 orang terasa penuh sesak dengan hadirnya keluarga, sahabat, dan pendukung para wisudawan yang bernyanyi dan bersorak penuh kebanggaan.
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kita semua. Kehadiran 247 lulusan dari Unit Ruang Belajar menunjukkan bahwa visi Universitas Mandala Waluya untuk memberikan pendidikan berkualitas di seluruh nusantara telah terwujud,” ujar Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno dalam sambutannya yang dikutip dari pidato resmi wisuda.
Distribusi Lulusan per Program Studi
Dari 247 lulusan yang dilepas dalam wisuda tersebut, mereka tersebar di berbagai program studi unggulan. Program Studi Teknik Informatika menjadi penyumbang terbesar dengan 68 lulusan, diikuti oleh Program Studi Manajemen dengan 52 lulusan, Program Studi Akuntansi dengan 47 lulusan, Program Studi Hukum dengan 38 lulusan, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan 42 lulusan.
Keberagaman program studi ini mencerminkan komitmen Unit Ruang Belajar dalam menyediakan pilihan pendidikan yang komprehensif dan sesuai dengan berbagai minat serta karir yang ingin dijalani oleh mahasiswa. Setiap program studi telah menjalani proses akreditasi yang ketat dan memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.
Prestasi Akademik Lulusan
Diantara 247 lulusan tersebut, terdapat beberapa mahasiswa dengan prestasi akademik yang luar biasa. Sebanyak 12 mahasiswa mencapai status Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,50, sementara 89 mahasiswa lainnya meraih status Sangat Memuaskan dengan IPK antara 3,10 hingga 3,50.
Mahasiswa dengan prestasi tertinggi adalah Siti Nurhaliza dari Program Studi Teknik Informatika dengan IPK 3,87, diikuti oleh Muhammad Rifki Pratama dari Program Studi Manajemen dengan IPK 3,84, dan Nur Azizah dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,81. Pencapaian ini membuktikan bahwa lulusan Unit Ruang Belajar memiliki kualitas akademik yang sangat kompetitif dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sambutan Pimpinan Universitas
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Eka Putri Santoso, M.Si., menekankan pentingnya lulusan untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. “Anda telah menyelesaikan fase akademis dengan gemilang. Namun, perjalanan kehidupan profesional Anda baru dimulai. Kami berharap bahwa setiap lulusan dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat dan terus menerapkan nilai-nilai yang telah diajarkan di kampus ini,” ungkap Dr. Eka Putri Santoso dalam sambutannya.
Direktur Unit Ruang Belajar, Dr. Hendra Wijaya, M.Pd., juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian lulusan pertama ini. “Unit Ruang Belajar lahir dari visi untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada masyarakat Sulawesi Tenggara. Wisuda hari ini membuktikan bahwa visi tersebut telah dimulai dengan hasil yang sangat memuaskan. Saya yakin lulusan-lulusan kami akan menjadi proud alumni Universitas Mandala Waluya di berbagai sektor profesional,” kata Dr. Hendra Wijaya dengan penuh antusiasme.
Tanggapan Mahasiswa dan Orang Tua
Siti Nurhaliza, mahasiswa berprestasi dengan IPK tertinggi, mengaku sangat senang dan lega dapat menyelesaikan studinya dengan hasil yang memuaskan. “Perjalanan selama menuntut ilmu di Unit Ruang Belajar sangat bermakna. Dosen-dosen kami sangat berdedikasi dalam membimbing dan memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan. Saya sangat berterima kasih kepada orang tua, dosen, dan teman-teman yang telah mendukung saya,” ujar Siti Nurhaliza saat ditemui setelah acara wisuda selesai.
Orangtua dari Siti Nurhaliza, Dra. Sinarti, M.M., juga mengekspresikan kebanggaannya. “Saya sangat bangga melihat anak saya berhasil menyelesaikan pendidikan dengan prestasi yang gemilang. Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya telah memberikan pendidikan berkualitas yang setara dengan kampus-kampus di kota besar. Investasi kami dalam pendidikan anak ini sangat terbayar,” katanya sambil tersenyum manis.
Kisah serupa juga dialami oleh Muhammad Rifki Pratama, lulusan Program Studi Manajemen dengan IPK 3,84. Ia telah menerima penawaran pekerjaan dari perusahaan multinasional sebelum wisuda berlangsung. “Saya sangat beruntung mendapatkan pendidikan yang berkualitas dari Unit Ruang Belajar. Kurikulum yang disediakan sangat relevan dengan kebutuhan industri, sehingga saya sudah memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia profesional,” ungkap Muhammad Rifki Pratama.
Program Pascawisuda dan Networking
Setelah acara wisuda resmi selesai, Universitas Mandala Waluya mengadakan program networking session yang melibatkan alumni, praktisi industri, dan pengusaha sukses. Program ini bertujuan untuk mempertemukan para lulusan dengan berbagai peluang karir dan bisnis yang tersedia di pasar kerja.
Beberapa perusahaan besar dan organisasi profesional juga hadir dalam acara ini, termasuk PT. Telekomunikasi Indonesia, Bank Mandiri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta berbagai UMKM lokal. Mereka membuka kesempatan untuk merekrut lulusan-lulusan terbaik dari Unit Ruang Belajar untuk mengisi posisi-posisi strategis di organisasi mereka.
Dampak terhadap Pengembangan Pendidikan di Sulawesi Tenggara
Kehadiran Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya dan wisuda perdananya ini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Pertama, hal ini meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat lokal yang sebelumnya harus merantau ke pulau Jawa untuk mendapatkan pendidikan sarjana dari universitas ternama.
Kedua, kehadiran unit kampus ini menciptakan lapangan kerja baru di sektor pendidikan, mulai dari dosen, tenaga administratif, hingga staff mendukung lainnya. Ketiga, lulusan-lulusan berkualitas dari Unit Ruang Belajar diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal dan nasional melalui berbagai inovasi dan keterampilan yang mereka miliki.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Supratman Andi Agtas, M.Pd., yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam wisuda ini, memuji inisiatif Universitas Mandila Waluya. “Wisuda Unit Ruang Belajar ini menunjukkan komitmen serius institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia. Pemerintah Provinsi sangat mendukung perkembangan unit kampus ini dan berharap dapat terus berkolaborasi dalam berbagai program pengembangan pendidikan,” ucap Dr. Supratman Andi Agtas.
Visi Jangka Panjang Unit Ruang Belajar
Memasuki tahun-tahun mendatang, Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya memiliki rencana pengembangan yang ambisius namun realistis. Direktur Unit Ruang Belajar, Dr. Hendra Wijaya, menyampaikan beberapa target pengembangan dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
“Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan untuk membuka minimal lima program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi lokal. Selain itu, kami juga akan meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran, memperkuat kerjasama dengan industri, serta meningkatkan jumlah dosen dengan kualifikasi S-3 (doktor) hingga mencapai 70 persen dari total dosen,” jelas Dr. Hendra Wijaya.
Unit Ruang Belajar juga merencanakan pembangunan perpustakaan digital terbesar di kawasan Sulawesi Tenggara, pusat inovasi dan kewirausahaan untuk mahasiswa, serta laboratorium terpadu yang mendukung penelitian berkualitas internasional.
Penutup dan Harapan Masa Depan
Wisuda dan pelepasan mahasiswa batch pertama Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya pada 6 April 2026 merupakan tonggak penting dalam sejarah perkembangan institusi pendidikan tinggi di Kendari dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan. Kehadiran 247 lulusan berkualitas yang telah menjalani pendidikan serius dan terstruktur memberikan harapan besar bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Diharapkan bahwa para lulusan ini dapat menjadi duta perutusan Universitas Mandala Waluya dalam berbagai sektor profesional dan masyarakat, menerapkan nilai-nilai akademik dan etika yang telah diterima selama menuntut ilmu. Seiring dengan terus berkembangnya Unit Ruang Belajar, Universitas Mandala Waluya membuktikan bahwa institusi pendidikan berkualitas tidak hanya dapat diakses di kawasan barat Indonesia, melainkan juga dapat hadir dan berkembang pesat di kawasan timur.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya, Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya dipercaya dapat terus menyelenggarakan wisuda dengan jumlah lulusan yang meningkat, kualitas yang semakin baik, dan kontribusi yang semakin signifikan bagi pembangunan nasional.
[END]