KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Ruang Belajar yang berlokasi di pusat kota Kendari, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima perusahaan besar industri manufaktur dan teknologi pada Senin, 8 April 2026. Kerjasama strategis ini merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja, sekaligus membuka peluang magang dan penempatan kerja bagi mahasiswa program studi teknik dan informatika.
Penandatanganan dokumen kerjasama dilaksanakan secara resmi di Aula Utama Unit Ruang Belajar Universitas Mandala Waluya, dihadiri oleh Rektor Universitas, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, serta perwakilan manajemen dari mitra industri. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi bukti komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu memenuhi ekspektasi industri.
Kelima perusahaan yang menjadi mitra strategis dalam kerjasama ini antara lain PT. Sinergi Teknologi Sulawesi (spesialisasi teknologi informasi dan software development), PT. Mandiri Manufaktur Indonesia (bidang industri logam dan mesin), PT. Energi Terbarukan Sulawesi (sektor energi terbarukan), PT. Konstruksi Digital Indonesia (teknologi konstruksi dan building information modeling), dan CV. Inovasi Elektronika Kendari (manufaktur komponen elektronik).
Latar Belakang dan Relevansi Kerjasama
Universitas Mandala Waluya telah berkomitmen selama bertahun-tahun untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan industri. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kesenjangan antara kurikulum akademik dengan kebutuhan praktis dunia kerja. Melalui inisiatif Unit Ruang Belajar—sebuah pusat pembelajaran inovatif yang didirikan tahun 2023—kampus mencoba menjembatani celah tersebut dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kerjasama industri.
“Pendidikan tinggi di era industri 4.0 membutuhkan sinergi yang kuat antara akademisi dan dunia usaha. Mahasiswa kami tidak hanya perlu menguasai teori, tetapi juga harus memiliki keterampilan praktis yang diakui oleh industri,” ujar Dr. Ir. Bambang Suryanto, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam pidato pembukaan acara penandatanganan MoU.
Unit Ruang Belajar sendiri telah mengalami perkembangan pesat sejak didirikan. Fasilitas ini dilengkapi dengan laboratorium modern, ruang studio desain, dan pusat inovasi yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai program studi. Lokasinya yang strategis di Kendari memudahkan akses bagi mahasiswa dan mitra industri dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara.
Bentuk dan Ruang Lingkup Kerjasama
Kerjasama antara Universitas Mandala Waluya dan kelima perusahaan mencakup beberapa aspek penting. Pertama, pengembangan kurikulum bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Pihak industri akan terlibat langsung dalam merancang mata kuliah, modul pelatihan, dan standar kompetensi yang diharapkan dari lulusan.
Kedua, program magang terstruktur yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa. Setiap mahasiswa semester akhir dari program studi terkait akan mendapat kesempatan untuk magang di perusahaan-perusahaan mitra selama minimal tiga bulan. Program ini dirancang tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga menjadi sarana rekrutmen bagi perusahaan untuk mengidentifikasi talenta-talenta terbaik.
Ketiga, program pelatihan dan sertifikasi profesional. Perusahaan mitra akan menyelenggarakan workshop, seminar, dan pelatihan khusus di Unit Ruang Belajar untuk membekali mahasiswa dengan sertifikasi yang diakui industri. Beberapa sertifikasi yang akan ditawarkan mencakup ISO 9001, sertifikasi cloud computing, sertifikasi welding profesional, dan sertifikasi building information modeling.
Keempat, penelitian dan pengembangan bersama. Dosen dan mahasiswa akan terlibat dalam proyek penelitian yang didukung oleh perusahaan mitra, menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan bisnis industri sekaligus memberikan kontribusi ilmiah.
Kelima, program beasiswa dan bantuan pendidikan. Perusahaan mitra akan menyediakan beasiswa penuh atau sebagian bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu atau memiliki potensi akademik luar biasa.
Harapan dan Target Universitas
Dalam kesempatan penandatanganan MoU, Drs. H. Muhammad Rifai, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mandala Waluya, menjelaskan target spesifik yang ingin dicapai melalui kerjasama ini.
“Kami menargetkan dalam dua tahun ke depan, minimal 80% mahasiswa lulusan program studi teknik dan informatika kami dapat diterima bekerja di perusahaan-perusahaan besar, baik mitra kerjasama ini maupun perusahaan lainnya. Kami juga berkomitmen meningkatkan angka lulusan dengan IPK di atas 3.5 dan memiliki sertifikasi profesional internasional dari 25% menjadi 60%,” ungkap Rifai dengan antusias.
Lebih lanjut, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, menekankan bahwa kerjasama ini akan mengubah cara mereka mengajar.
“Mulai semester depan, kami akan mengintegrasikan real-world projects dari mitra industri ke dalam kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga bekerja pada proyek-proyek nyata yang memiliki nilai komersial. Ini adalah pembelajaran yang paling efektif,” jelas Siti Nurhaliza.
Perspektif Mitra Industri
Dukungan dari pihak industri terhadap kerjasama ini juga sangat antusias. Budi Hermanto, Direktur Human Resources PT. Sinergi Teknologi Sulawesi, mengungkapkan bahwa perusahaannya menghadapi tantangan kesulitan mencari talenta muda yang siap pakai.
“Kami seringkali harus melatih dari awal karyawan baru karena gap antara teori di kampus dengan praktik di industri. Dengan kerjasama ini, kami berharap lulusan Universitas Mandala Waluya sudah memiliki pemahaman mendalam tentang metodologi pengembangan software terkini, agile framework, dan tools-tools industri standar. Ini akan menghemat waktu dan biaya training kami,” kata Budi.
Senada dengan itu, Ir. Dedi Gunawan, General Manager PT. Mandiri Manufaktur Indonesia, mengapresiasi inisiatif Universitas Mandala Waluya.
“Kami adalah perusahaan manufaktur yang membutuhkan engineer-engineer berkualitas dengan pemahaman tentang lean manufacturing, automation, dan quality control. Program magang yang terstruktur dengan baik akan membantu kami mengidentifikasi calon karyawan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki mental kerja yang kuat dan adaptif terhadap lingkungan industri,” ungkap Dedi.
Dampak dan Implementasi
Kerjasama ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi berbagai stakeholder. Bagi mahasiswa, kesempatan untuk belajar sambil bekerja pada proyek-proyek nyata akan meningkatkan employability mereka. Portofolio yang solid, sertifikasi profesional, dan pengalaman kerja akan membuat lulusan Universitas Mandala Waluya lebih kompetitif di pasar kerja regional dan nasional.
Bagi universitas, kerjasama ini akan meningkatkan relevansi akademik, memperkuat reputasi, dan membuka akses ke sumber daya pendidikan tambahan. Perusahaan mitra akan membantu menyediakan peralatan, dana penelitian, dan expertise yang sulit diperoleh melalui anggaran pendidikan reguler.
Bagi perusahaan, kerjasama ini menjadi investasi jangka panjang dalam mengembangkan talenta lokal di Sulawesi Tenggara. Dengan melatih mahasiswa dari kampus lokal, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja dari luar daerah, sekaligus berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia regional.
Implementasi kerjasama akan dimulai dari semester genap 2025/2026. Unit Ruang Belajar telah menyiapkan ruang khusus untuk menampung kegiatan bersama, termasuk workshop space yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap mitra industri.
Penutup
Penandatanganan MoU antara Universitas Mandala Waluya dengan lima perusahaan industri pada 8 April 2026 menandai era baru dalam pendidikan tinggi di Kendari. Kerjasama ini mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang relevan, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Unit Ruang Belajar, sebagai pusat pembelajaran inovatif, menjadi platform yang tepat untuk mewujudkan visi ini. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan mitra industri, kesuksesan program ini sangat mungkin untuk dicapai.
Ke depannya, diharapkan model kerjasama ini dapat menjadi contoh bagi universitas-universitas lain di Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara, dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang sustainabel, relevan, dan berdampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi lokal.
—
Jumlah kata: 1.847 kata